Pengalaman Pribadi Supranatural

hallo semua,

artikel dan tulisan di page ini semuanya berdasarkan kisah nyata baik yang dialami langsung oleh penulis maupun hasil dari mengumpulkan cerita dari rekan penulis yang sempat mengalami.

jangan sungkan untuk komentar atau berbagi di sini… ^_^

UNDANGAN RATU PANTAI SELATAN

kejadiannya kurang lebih 5 tahun yang lalu,  saya dan temen-temen dari BOF (bottle opener family) -suatu perkumpulan kecil yang dulunya mengemari hal-hal berbau supranatural- melakukan suatu perjalanan yang dapat di bilang nekad.

kurang lebih  setelah lebaran / idul fitri,saya mengalami kecelakaan dan  jari telunjuk di kaki kanan saya hampir saja putus.masih dalam keadaan baru di jahit dan di perban 4 hari kemudian saya merasa ada panggilan untuk mengunjungi daerah pangandaran.

melihat niatan saya yang agak nekad, teman saya (waktu itu kami ber-5 klo tidak salah). nekad melakukan perjalanan pada malam hari dari bandung dengan uang seadanya. dari rumah kami berjalan kaki, dengan agak pincang aku terus berjalan hingga ada mobil bak yang mau membawa kami sampai daerah dipati ukur untuk kemudian kami lanjutkan dengan naik angkutan umum.

setelah sampai di terminal, kami langsung naik bus ekonomi. namun naas kami salah jurusan bukannya jurusan pangandaran malah naik jurusan ciamis. akhirnya kami turun di persimpangan yang klo di kira-kira jaraknya masih 100km dari tujuan. kami pun jalan kaki menuju arah pangandaran pada tengah malam. karena letih salah satu teman kami mengajak untuk menginap di rumah saudaranya tidak begitu jauh dari pangandaran.

tak lama kemudian kami dapat tumpangan lagi dari mobil bak. lumayan lah kebetulan searah, dan kami di turunkan di daerah yang kami tuju, setelah menginap 1 malam. kami pun melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki

disinilah semuanya bermula….

awal perjalanan kami pada siang hari, satu bukit pun kami lewati tanpa ada hambatan yang berarti, hanya perban di kakiku saja yang mulai mengeluarkan darah (maklum aku pakai sendal pada waktu itu) di tambah medan yang berbatu membuat jalanku agak lambat di bandingkan yang lain.

malam pun tiba kami terus berjalan, beberapa teman kami melihat jalan bercabang beberapa kali, padahal jalan setapak hanya ada satu soalnya kita di antara jurang pada waktu itu, hampir saja temanku terjatuh. pemandangan ini berulang berkali-kali, seakan penghuni gunungingin meminta tumbal entah mengetes kemampuan dan keteguhan hati kami.

gunung pertama pun terlewati sebelum tengah malam, pada saat melewati gunung kedua, kelebatan dan suara aneh mulai terdengar waktu itu kalau tidak salah sekitar pukul 2 pagi. seekor macan putih jadi-jadian ternyata mengikuti kami dari belakang, berhubung aku yg paling belakang berjalan sambil di papah, jadi aku menengok beberapa kali.

awalnya tidak terlihat apa-apa. karena keadaan sangat gelap tanpa ada penerangan sedikitpun. namun hingga pada satu titik saya merasa ingin menengok ke belakang dan ternyata benar seekor macan putih sedang berlari kearah saya dan melompat seakan ingin menerkam. namun entah mengapa macan itu terpelanting ke atas. kami pun melanjutkan perjalanan hingga sampai di sebuah masjid kampung di atas gunung entah di mana. setelah beristirahat sejenak kami melihat ada mobil bak sayuran, dan menumpang sekitar 5km. kemudian kami melanjutkan perjalanan kembali dengan jalan kaki.

hingga sampai di satu kampung 10km dari pangandaran sekitar pukul4 pagi. konon katanya warga sini sangat sulit untuk di minta bantuan apalagi oleh orang luar kampung, tapi pada waktu itu para pemuda yang sedang meronda malah menawarkan jasa ojeg yang dengan senang hati kami sambut, mereka bersedia mengantarkan kami hingga  pintu masuk selatan pangandaran.

dengan jarak 10km masing-masing dari kami hanya membayar rp.5000. aneh, tapi tidak terlalu kami pikirkan kemudian kami beristirahat di mesjid terdekat karena kelelahan.

setelah sholat subuh kami kembali berjalan karena dari pantai kami masih harus jalan 5km lagi. suasana mendadak hujan deras. laut mendadak buas, seolah-olah mereka sedang menyambut kedatangan kami.

satu lagi keanehan pada saat kami sedang berjalan menuju pantai utara. ada satu motor datang kebut-kebutan hampir menabrak kami namun aneh motor itu tiba-tiba saja terjatuh tepat di depan saya, dan 2 orang yang menaikinya pun terlempar, untung saja mereka tidak apa-apa.dan kami pun tidak ada yang tergores sedikitpun, padahal motor itu tidak mengunakan lampu sama sekali dan bentuknya pun motor bodong (alias rangka sama mesin saja, motor yang biasa digunakan anak geng untuk kebut-kebutan), dan kondisi jalan gelap karena sedang gerimis.

saat kami dekati, mereka malah minta maaf dan kemudian dengan wajah takut mengambil motor mereka dan ngebut kembali ke arah yang berlawanan dengan tujuan mereka, mungkin mereka pulang pikirku.

akhirnya kami tiba di pantai utara beberapa temanku langsung masuk ke laut bermain air, sedangkan aku hanya beristirahat di pasir karena kakiku mati rasa dan luka di kakiku kembali berdarah. tak lama aku menyampaikan pesan, laut tiba-tiba di tutup padahal tadi arus tenang-tenang aja.

sungguh pemngalaman yang luar biasa.

4 Comments »

  1. Kerah Said:

    ditutup gmn bang? kok gak diterusin ceritanya seru he he

  2. Yani asri Said:

    Seru bnget ceritanya y

  3. There Said:

    Iya maksudnya ditutup apa ya…….


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: